Csr Dan Hubungannya Dengan Kinerja Perusahaan

In: Other Topics

Submitted By fennyazmar
Words 3307
Pages 14
A. PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG
Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan sebuah gagasan yang menjadikan perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom line, yaitu nilai perusahaan yang direfleksikan dalam kondisi keuangannya saja. Kesadaran atas pentingnya CSR dilandasi pemikiran bahwa perusahaan tidak hanya mempunyai kewajiban ekonomi dan legal kepada pemegang saham (shareholder), tapi juga kewajiban terhadap pihak-pihak lain yang berkepentingan (stakeholder). CSR menunjukkan bahwa tanggung jawab perusahaan harus berpijak pada triple bottom lines yaitu tanggung jawab perusahaan pada aspek sosial, lingkungan, dan keuangan.
Menurut The World Business Council for Sustainable Development, CSR merupakan komitmen dan kerjasama antara karyawan, komunitas setempat, dan masyarakat agar memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dari aspek ekonomi, perusahaan mengungkapkan suatu apabila informasi tersebut dapat meningkatkan nilai perusahaan. Dari aspek investasi, investor cenderung menanamkan modal pada perusahaan yang memiliki kepedulian pada masalah sosial. Perusahaan akan menggunakan informasi tanggung jawab sosial sebagai keunggulan kompetitif perusahaan. Dalam aspek hukum, perusahaan harus taat pada peraturan pemerintah seperti Undang-Undang Penanaman Modal No. 25 Tahun 2007 dan Undang- Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 yang mengharuskan perseroan melaksanakan aktivitas CSR (Zarkasyi, 2008). Dengan demikian, CSR merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap perusahaan. Pelaksanaan aktivitas CSR tidak bisa terlepas dari penerapan good corporate governance. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia menyatakan bahwa tujuan pelaksanaan corporate governance adalah mendorong timbulnya kesadaran dan tanggung jawab perusahaan pada masyarakat dan lingkungan…...

Similar Documents

Mendongkrak Kinerja Aparatur Dengan Motivasi

...Mendongkrak Kinerja Aparatur Pemerintah Dengan Motivasi Oleh: Alfian Arbie P. Harahap, S. Hut* Adalah sangat menarik untuk diamati bahwa berbagai diagnosis, teori, dan cara telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kualitas kinerja, dan peningkatan produktivitas aparatur di lingkungan pemerintah maupun swasta di negeri kita, namun kualitas dan daya saing serta kualitas kinerja dan produktivitasnya seringkali masih jauh dari yang diharapkan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Kondisinya menjadi lebih parah bila dikaitkan dengan prilaku korupsi yang masih cukup parah, jika bukannya semakin menggurita. Berbagai diagnosis telah dilakukan mengenai penyebab persoalan sumber daya yang sangat problematis ini. Sebagian ahli menengarai bahwa situasi yang memprihatinkan ini terjadi akibat pendapatan aparatur yang terlalu rendah, salary yang tidak mencukupi untuk membiayai kepentingan domestik aparatur. Diagnosis ini telah diberikan therapy oleh pemerintah dengan kebijakan kenaikan gaji. Berulangkali Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menarik garis bahwa kualitas SDM aparatur yang problematis tersebut berawal dari kecilnya pendapatan dan memutuskan untuk menaikkan gaji aparatur, berkali-kali selama pemerintahannya. Kebijakan ini tampak telah membuat geliat kehidupan domestik yang lebih ceria. Aparatur mulai tersenyum simpul dapat hidup lebih layak, dapat menyekolahkan anak-anak mereka. Apalagi kebijakan penyejahteraan aparatur ini telah diikuti oleh upaya...

Words: 796 - Pages: 4

Implementasi Etika Bisnis Dan Tanggung Jawab Sosial Pt Pertamina

...Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial PT PERTAMINA” 1261026 EGI DUANITA MEIKASAPTA PT. PERTAMINA (persero) adalah perusahaan milik negara yang bergerak di bidang usaha minyak, gas bumi dan kegiatan-kegiatan lainnya yang terkait baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Tujuan dari PT. PERTAMINA itu sendiri adalah memberikan yang terbaik serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan bangsa dan negara dalam hal pemanfaatan potensi yang dimiliki bangsa Indonesia. PT. PERTAMINA juga berkomitmen untuk berupaya untuk melalukan perbaikan dan inovasi baru sesuai tuntutan kondisi global. PT. PERTAMINA (Persero) berkomitmen untuk melaksanakan Tata Kelola perusahaan yang baik sebagai bagian dari usaha untuk pencapaian Visi dan Misi perusahaan. Etika Kerja dan Bisnis (EKB) merupakan salah satu wujud komitmen tersebut. EKB mencakup seperangkat aturan perilaku yang dimiliki oleh pekerja PT PERTAMINA, baik dalam hubungan internal/antara sesama pekerja PT PERTAMINA maupun dengan pihak eksternal. EKB merupakan referensi bagi pekerja yang mengalami keragu-raguan dalam menjalankan kegiatan bisnis pada situasi-situasi tertentu. EKB Perusahaan terbagi atas tujuh poin utama, yaitu: 1. Kesetaraan & Profesionalisme: Proses menuju World Class, PT PERTAMINA dibangun melalui pengembangan pekerja yang profesional berlandaskan tata nilai, berintegritas, berwawasan luas dan saling menghargai serta didukung oleh lingkungan kerja yang kondusif. Bagian ini memuat panduan terkait dengan isu......

Words: 974 - Pages: 4

Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas Dan Economic Value Added Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Jasa Di Bursa Efek Indonesia (Bei)

...Rasio Profitabilitas dan Economic Value Added terhadap Harga Saham pada Perusahaan Jasa di Bursa Efek Indonesia (BEI) A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia bisnis dan pertumbuhan ekonomi saat ini pada negara-negara berkembang seperti Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Para pelaku bisnis, mereka menyadari adanya pergeseran pasar dan perilaku pembelian konsumen beberapa tahun terakhir, sehingga mereka dengan tanggap mengadakan perubahan-perubahan mendasar pada setiap aspek perusahaannya agar dapat terus melayani serta mengembangkan segmen pasar mereka. Pasar dan perilaku pembelian konsumen bergeser pada jumlah permintaan akan produk jasa yang terus meningkat dengan berbagai macam ragam jasa yang ditawarkan, serta permintaan terhadap produk barang yang cenderung menurun apabila tidak disertai oleh produk jasa. Adapun pertumbuhan dalam sektor jasa yang sangat berkembang ini juga tidak lepas dipengaruhi oleh beberapa faktor (Schoell dan Gultinan, 1992) yaitu antara lain: Perkembangan teknologi yang sangat pesat termasuk teknologi informasi, adanya peningkatan pengaruh sektor jasa, persentase wanita yang masuk dalam angkatan kerja semakin besar, tingkat harapan hidup semakin meningkat, produk-produk yang dibutuhkan dan dihasilkan semakin kompleks, adanya peningkatan kompleksitas kehidupan dan meningkatnya perhatian terhadap ekologi dan kelangkaan sumber daya. Serta jasa-jasa seperti logistik, komunikasi dan finansial......

Words: 6016 - Pages: 25

Pasar Oligopoli, Dan Kaitannya Dengan Kartel

...MODEL KOLUSI DAN KAITANNYA DENGAN PRAKTEK KARTEL Budi Bowo Laksono 1306357964 PASAR OLIGOPOLI, MODEL KOLUSI DAN KAITANNYA DENGAN PRAKTEK KARTEL Oligopoli merefer kepada situasi dimana telah ada beberapa perusahaan besar yang ada di industri yang terkait.Tidak ada ukuran pasti mengenai jumlah perusahaan yang termasuk didalam Pasar Oligopoli, namun biasanya terdapat 2-10 perusahaan. Produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut mungkin dapat indektik (Seperti yang menjadi kencenderunagan dari pasar persaingan sempurna) atau terdiferensiasi (seperti didalam pasar monopolistic. Pasar Oligopoli yang dimana hanya terdapat 2 perusahaan disebut duopoly. Adapun syarat-syarat dari pasar oligopoly yang berlaku secara umum adalah sebagai berikut: • Terdapat barrier to entry and to exit Jika suatu perusahaan ingin memasuki suatu industri, semisalnya, perusahaan consumer’s goods ingin memasukkan produk-produknya ke masyarakat, perusahaan tersebut harus bersaing dengan raksasa-raksasa consumer’s goods seperti Unilever, Nestle, dan perusahaan-perusahaan multinational lainnya. Barriers to Exit antara lain terkait dengan regulasi yang mengatur perusahaan-perusahaan tersebut. • Adanya teknologi spesifik yang dimiliki Perusahaan-perusahaan oligopoly sering kali mempunyai teknologi-teknologi spesifik yang tidak dimiliki oleh perusahaan-perusahaan lain. ......

Words: 1026 - Pages: 5

Penggabungan Usaha, Laporan Keuangan Konsolidasi, Investasi Perusahaan Asosiasi, Special Purpose Entilities (Spe)

...akuisisi atau pengembangan kekayaan perusahaan secara bertahap, dan seringkali memberikan manfaat bagi semua entitas yang bersatu dan pemiliknya. Dunia usaha semakin lama semakin berkembang dan persaingan dalam jenis produk, mutu produk, maupun pemasarannya semakin ramai dan ketat sehingga seringkali timbul persaingan yang tidak sehat dan saling mengalahkan. Untuk mengatasi adanya saling merugikan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, perlu kiranya diadakan suatu bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh adalah dengan melalui penggabungan usaha antara dua atau lebih perusahaan dengan perusahaan yang lain baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis. Berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No. 22 paragraf 08 tahun 1999 :”Penggabungan usaha (business combination) adalah pernyataan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan (uniting wiith) perusahaan lain atau memperoleh kendali (control) atas aktiva dan operasi perusahaan lain” Sifat Penggabungan Usaha • Horizontal integration Adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dalam lini usaha atau pasar yang sama, misalnya perusahaan consumer product bergabung dengan perusahaan consumer product juga. • Vertical integration Adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan dengan operasi yang berbeda, secara berturut-turut, tahapan produksi dan atau distribusi yang......

Words: 3864 - Pages: 16

Analisis Laba Dan Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi Sebelum Dan Sesudah Merger Dan Akuisisi

...ANALISIS LABA DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGAKUISISI SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DAN AKUISISI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2009 Nama: Willy Bundianto NIM: 201160047 A. JUDUL PENELITIAN ANALISIS LABA DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGAKUISISI SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DAN AKUISISI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2009 B. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris apakah perusahaan pengakuisisi melakukan manajemen laba sebelum pelaksanaan merger dan akuisisi. Juga bertujuan untuk mengetahui perubahan kinerja keuangan perusahaan pengakuisisi sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Earnings management oleh perusahaan adalah proksi akrual diskresioner (DA). Kemudian untuk pengukuran kinerja perusahaan yang diukur dengan rasio keuangan meliputi total asset turnover, net profit margin, dan return on asset. Analisis dilakukan dengan menggunakan independent sample t-test dan uji sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada indikasi manajemen laba yang dilakukan dengan mengambil alih perusahaan sebelum merger dan akuisisi dengan memanfaatkan peningkatan pendapatan akrual. Selain itu, kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan rasio total asset turnover memiliki peningkatan setelah merger dan akuisisi, sedangkan net profit margin dan return on assets memiliki penurunan setelah merger dan akuisisi. C. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman yang begitu pesat semakin......

Words: 2513 - Pages: 11

Pengaruh Motivasi X Dan Y Terhadap Kinerja Dan Kepuasan Kerja Karyawan Pada Pt Danone Dairy Indonesia (Ddi) Dan Perusahaan Lain

...PENGARUH MOTIVASI X DAN Y TERHADAP KINERJA DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT DANONE DAIRY INDONESIA (DDI) DAN PERUSAHAAN LAIN Oleh ARDINA PUSPITASARI P056132121.51 MAGISTER MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2014 I. PENDAHULUAN 2.1 Latar Belakang Karyawan adalah salah satu aset perusahaan yang sangat penting. Karyawan memiliki peranan sebagai perencana, pelaksana, dan pengendali dalam mencapai tujuan perusahaan. Karyawan dalam menjalankan tugasnya lebih dikenal dengan istilah kinerja karyawan yang dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan mencapai tujuan perusahaan. Kinerja karyawan dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu motivasi, prestasi, kepuasan, dan kecintaan terhadap pekerjaan tersebut. Motivasi menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam kinerja karyawan. Motivasi memainkan peranan penting dalam pencapaian tujuan perusahaan. Apabila karyawan termotivasi kuat dalam bekerja maka akan berdampak baik bagi perusahaan sehingga dapat mencapai tujuannya, sedangkan jika karyawan kurang termotivasi maka akan menurunkan kinerja dan berdampak buruk bagi perusahaan karena tidak tercapainya tujuan. Hal ini harus diperhatikan oleh seorang pemimpin dalam memimpin karyawannya sehingga tercapainya tujuan perusahaan. Motivasi adalah alat pembangkit, penguat, dan penggerak seorang karyawan untuk mencapai tujuan akhir yang lebih baik (Nasution 2000 dalam Fitri 2012). Motivasi adalah dorongan untuk berbuat sesuatu dalam memenuhi kebutuhan.......

Words: 3234 - Pages: 13

Pengukuran Kinerja

...UNIVERSITAS INDONESIA RINGKASAN ARTIKEL PRAKTEK PROFESIONAL PENGUKURAN KINERJA: DARI FILOSOFI KE PRAKTEK MAKALAH INDIVIDU MATA AJAR MANAJEMEN STRATEJIK IQBAL FANHAZ NPM. 1306358046 Kelas AKM 13-1 PAGI FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI - PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI JAKARTA MARET 2014 STATEMENT OF AUTHORSHIP Saya yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya gunakan tanpa menyebutkan sumbernya. Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada mata ajaran lain, kecuali saya menyatakan dengan jelas bahwa saya menggunakannya. Saya memahami bahwa tugas yang saya kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme. |Nama Mahasiswa |: |Iqbal Fanhaz | |NPM |: |1306358046 | |Kelas |: |AKM 13-1 Pagi | |Mata Ajar |: |Manajemen Stratejik | |Judul Makalah/Tugas |: |Pengukuran Kinerja: Dari Filosofi ke Praktek | |Pengajar......

Words: 705 - Pages: 3

Summary Manajemen Kinerja

... : Manajamen Kinerja No. Mahasiswa : 12311427 Nama Mahasiswa : Ilham Setiawan No. Tugas : IX Judul Tugas : Pentingnya Mengevaluasi Perkembangan Kinerja Karyawan. Deadline Tugas : 19 Desember 2014 Kategori Hasil : SB / B / C / K / SK Nilai : Catatan : _______________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN 2014 BAB 9 PENTINGNYA MENGEVALUASI PERKEMBANGAN KARYAWAN Evaluasi perkembangan (Gilley dan Davidson: 1999) merupakan alat yang baik untuk menentukan apakah karyawan mampu menciptakan hasil yang memuaskan dan melaksanakan aktivitas untuk mencapai atau melebihi standar kinerja. Evaluasi pengembangan digunakan untuk menilai kepuasan internal dan eksternal stakeholder dengan produk atau jasa yang dihasilkan oleh karyawan. Evaluasi pengembangan memberikan karyawan umpan balik pada performanya sehingga karyawan dapat mengetahui kekuatan dan hasil yang diraih pada waktu tertentu, menyiapkan area untuk berkembang, menentukan tujuan untuk jangka waktu enam bulan atau satu tahun kedepan, dan meninjau hasil yang telah dicapai dengan tujuan yang perusahaan inginkan.......

Words: 1469 - Pages: 6

Upstream, Midstream, Dan Downstream Untuk Perusahaan Jasa, Manufaktur, Dan Dagang

...TUGAS AKUNTANSI MANAJERIAL UPSTREAM, MIDSTREAM, dan DOWNSTREAM untuk PERUSAHAAN JASA, MANUFAKTUR, dan DAGANG 1. Pengertian UPSTREAM dan DOWNSTREAM (a) Upstream (Hulu) Tahap Upstream atau hulu dari sebuah proses produksi melibatkan pencarian dan penggalian bahan baku. Bagian hulu dari proses produksi tidak melakukan sesuatu dengan materi itu sendiri, seperti pengolahan bahan. Bagian dari proses ini hanya menemukan dan mengekstrak bahan baku untuk produksi. Dengan demikian, setiap industri yang bergantung pada ekstraksi bahan baku umumnya memiliki tahap hulu dalam proses produksinya. Dalam arti yang lebih umum, "hulu" bisa juga merujuk kepada setiap bagian dari proses produksi yang berkaitan dengan tahap ekstraksi atau pencarian bahan baku. Di dalam supply chain operations, aktivitas upstream (hulu) meliputi aktivitas dari suatu perusahaan manufaktur dengan para penyalurannya (yang mana dapat manufaktur,assembler, atau kedua-duanya) dan koneksi mereka kepada pada penyalur (para penyalur second-tier). Hubungan para penyalur dapat diperluas kepada beberapa strata, semua jalan dari asal material (contohnya bijih tambang, pertumbuhan tanaman). Di dalam upstream supply chain, aktivitas yang utama adalah pengadaan. (b) Downstream (Hilir) Tahap Downstream atau hilir dalam proses produksi melibatkan pengolahan bahan yang dikumpulkan selama tahap hulu menjadi produk jadi. Tahap selanjutnya, meliputi penjualan aktual produk yang ke bisnis lain, pemerintah, atau......

Words: 1920 - Pages: 8

Hubungan Kualitas Corporate Governance Terhadap Kinerja Lingkungan Perusahaan

...CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA LINGKUNGAN PERUSAHAAN DENGAN KINERJA PASAR PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI SKRIPSI ABSTRAK Kinerja lingkungan semakin mendapat perhatian dari banyak perusahaan di seluruh dunia. Perusahaan dengan kinerja lingkungan baik akan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan perusahaan lainnya. Untuk mencapai kinerja lingkungan yang baik dibutuhkan peran dari corporate governance. Namun, hal ini belum banyak dipahami oleh perusahaan, khususnya di Indonesia, sehingga kinerja lingkungan dan corporate governance masih relatif sedikit diterapkan oleh perusahaan di Indonesia. Penelitian ini mencoba meneliti hubungan kualitas corporate governance terhadap kinerja lingkungan perusahaan dengan kinerja pasar perusahaan sebagai variabel moderasi. Kinerja lingkungan perusahaan diproksikan ke dalam peringkat PROPER, sertifikasi ISO 14001, dan biaya lingkungan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Sementara itu, kualitas corporate governance diproksikan ke dalam indeks hasil peratingan CGCG UGM. Penelitian ini menggunakan variabel kontrol berupa profitabilitas, ukuran perusahaan, dan tingkat leverage perusahaan yang masingmasing diproksikan dalam ROA, log natural of total assets value, dan debt to asset ratio, sedangkan variabel moderasi berupa kinerja pasar perusahaan yang diproksikan dengan Tobin’s Q ratio. Penelitian ini menggunakan sampel 30 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2005, 2007, dan 2009. Perusahaan juga harus......

Words: 605 - Pages: 3

Analisa Efektivitas Atas Pemanfaatan Software Proses Bisnis “Aris 9.8” Dengan Pendekatan Lean Six Sigma Di Bpjs Ketenagakerjaan Untuk Peningkatan Kinerja Perusahaan

...ANALISA EFEKTIVITAS ATAS PEMANFAATAN SOFTWARE PROSES BISNIS “ARIS 9.8” DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI BPJS KETENAGAKERJAAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN Oleh : Yulia Nevi Artati Program : Eksekutif B – Kelas 28 C Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gajah Mada 2015 DAFTAR ISI Daftar Isi ……………………………………………………………………... i Daftar Gambar ……………………………………………………………….. iii Daftar Tabel ………………………………………………………………….. iv Daftar Lampiran ……………………………………………………………… v BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………… 1 1.1 Latar Belakang ………………………………………………… 1 1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………... 6 1.3 Tujuan Penelitian ……………………………………………… 6 1.4 Manfaat Penelitian …………………………………………….. 7 BAB II KAJIAN LITERATUR …………………………………………… 8 2.1 Kerangka Teoritis ……………………………………………… 8 2.1.1 Sistem Informasi ………………………………………………. 8 2.1.2 Software ……………………………………………………….. 9 2.1.3 Pemanfaatan Teknologi Informasi …………………………….. 9 2.1.4 Proses Bisnis …………………………………………………... 9 2.1.5 Enterprise Resource Planning (ERP) System …………………. 10 2.1.6 Lean Six Sigma ………………………………………………... 10 2.1.7 Kinerja Perusahaan ……………………………………………. 11 i 2.1.8 Skala Likert 11 2.1.9 Metode Penelitian : Analisa Kuantitatif 12 2.2 Kerangka Pemikiran …………………………………………… 14 2.3 Kerangka Konsep ……………………………………………… 16 2.4 Hipotesis ……………………………………………………… 17 BAB III METODOLOGI PENELITIAN …………………………………. 19 3.1 Rancangan Penelitian......

Words: 7402 - Pages: 30

Evolusi Perusahaan Mnc Di Hongkong Dan Singapura

...Munculnya dan evolusi perusahaan multinasional dari Hongkong dan Singapura * The emergence and evolution of multinational corporations from Hong Kong Introduction Although the origins of Hong Kong-based MNCs can be traced(ditelusuri) to the British colonial period and Hong Kong’s position as an entrepôt(gudang) for trade in South East Asia and China, indigenous (adat) Chinese firms(perusahaan) based in Hong Kong emerged(munculnya) as MNCs in the early 1950s, thus reflecting(mencerminkan) a longer history by comparison to MNCs from Taiwan and South Korea whose emergence(muncul) can be traced(ditelusuri) to the early 1960s. Hong Kong has grown to become a significant home country(negara asal) of FDI(foreign direct investment) with an outward FDI stock of ,$154.9 billion in 1998, or some 3.8 per cent of the global stock of outward FDI. Indeed, it had become the world’s tenth-largest source of FDI in that year based on the size of outward FDI stock after the United States (with a share of 24.1 per cent of the global stock of outward FDI), United Kingdom (12.1 per cent), Germany (9.5 per cent), Japan (7.2 per cent), the Netherlands (6.4 per cent), France (5.9 per cent), Switzerland (4.3 per cent), Italy (4.1 per cent) and Canada (3.8 per cent). In fact, Hong Kong is almost as important as Canada whose outward FDI stock was $156.6 billion in that year. Thus, Hong Kong had become a significant source of FDI in the world economy, particularly more so in......

Words: 1995 - Pages: 8

Manfaat Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Umum Pegadaian

...GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN UMUM PEGADAIAN Yulinar Triyana ( niar_triyana@yahoo.com ) Universitas Gunadarma ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat atau hasil dari penerapan prinsipprinsip good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik sehingga akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitis dengan pendekatan studi kasus. penilaian GCG dinilai dari hasil penyebaran kuesioner yang didapat dan dengan menggunakan rasio ROE, ROA, Curren Ratio dan Solvabilitas untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan. Setelah dilakukan penelitian terhadap Perum Pegadaian dan didukung dengan teori-teori serta pembahasan pada bab-bab yang ada, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Penerapan prinsip-prinsip GCG pada Perum Pegadaian sangat bermanfaat terhadap kinerja keuangan perusahaan hal ini dapat dilihat dengan dijalankannya prinsip-prinsip GCG yaitu transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban dan keadilan sehingga membantu dalam setiap proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan keuangan maupun non keuangan yang akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan serta meningkatkan kepercayaan para nasabah dan pemilik modal (dalam hal ini pemerintah) yang secara otomatis juga akan berdampak pada nilai perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan kinerja keuangan yang dihitung......

Words: 5572 - Pages: 23

Pengaruh Job Satisfaction Terhadap Financial Performance Melalui Employee Engagement Dan Competitive Advantage Sebagai Intervening Variable Pada Perusahaan Retail Publik

...menuntut perusahaan untuk berkompetisi secara kompetitif untuk menjadi yang terbaik dalam lingkungan bisnis tersebut. Dalam hal ini tentu saja organisasi membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi dan konsisten dari masing-masing karyawan dalam rangka untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan bertahan dalam lingkungan persaingan pasar yang tinggi (Newstrom and Davis, 2002). Berbagai strategi harus dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan kinerja lebih baik daripada pesaing agar bertahan dalam dalam lingkungan bisnis. Di Indonesia sendiri, persaingan bisnis semakin ketat dan kompetitif khususnya di sector retail. Dimana menurut Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo) dalam lima tahun terakhir dari tahun 2012 peningkatan omset ritel modern cukup pesat, hal ini juga didukung oleh pertumbuhan jumlah ritel yang pesat yaitu sebesar 7.787 retail selama 5 tahun terakhir ini, pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia antara 10-15% per tahun. Penjualan ritel pada 2006 masih sebesar Rp 49 triliun, namun melesat hingga mencapai Rp 110 triliun pada 2012 meningkat sebesar 10%- 15%, menyusul kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat yang relatif bagus. Bisnis ritel di tahun 2013 masih mencatat tren yang positif, namun masih kurang maksimal jika dibandingkan dengan tahun 2012 (Liputan6.com). Dari data tersebut dapat dilihat bahwa persaingan bisnis terus mengalami kemajuan. Perkembangan dan juga keuntungan yang diperoleh tentu saja tidak dapat lepas dari kinerja keuangan......

Words: 17786 - Pages: 72